<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
  <channel>
    <title>Python on sunu.dev</title>
    <link>https://sunu.dev/topik/python/</link>
    <description>Recent content in Python on sunu.dev</description>
    <generator>Hugo</generator>
    <language>id</language>
    <copyright>Karya oleh Sunu diterbitkan menggunakan lisensi CC BY-SA 4.0 </copyright>
    <lastBuildDate>Wed, 11 Oct 2023 08:24:49 +0700</lastBuildDate>
    <atom:link href="https://sunu.dev/topik/python/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml" />
    <item>
      <title>Mengenal Python Virtual Environment</title>
      <link>https://sunu.dev/mengenal-python-virtual-environment/</link>
      <pubDate>Wed, 11 Oct 2023 08:24:49 +0700</pubDate>
      <guid>https://sunu.dev/mengenal-python-virtual-environment/</guid>
      <description>&lt;p&gt;Halo teman-teman programmer!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kali ini kita akan membahas tentang Python Virtual Environment. Sebelum kita
memulai pembahasannya, saya sampaikan alasan penggunaannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Seperti yang teman-teman ketahui, Python merupakan bahasa pemrograman yang
serbaguna. Ketika kita mulai mengembangkan beberapa proyek yang berbeda, kamu
akan menemui beberapa proyek membutuhkan dependensi yang berbeda-beda. Oleh
karena itu, programmer Python biasanya menggunakan &lt;em&gt;virtual environment&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;Virtual environment&lt;/em&gt; adalah sebuah cara untuk membuat lingkungan pengembangan
Python yang terisolasi. Dengan memanfaatkan &lt;em&gt;virtual environment&lt;/em&gt;, kamu dapat
meng-&lt;em&gt;install&lt;/em&gt; &lt;em&gt;library&lt;/em&gt; atau modul Python yang berbeda-beda sesuai kebutuhan
proyekmu. Masing-masing proyek &amp;ldquo;seolah-olah&amp;rdquo; memiliki instalasi Python yang
berbeda-beda.&lt;/p&gt;</description>
    </item>
  </channel>
</rss>
