<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
  <channel>
    <title>Docker on sunu.dev</title>
    <link>https://sunu.dev/topik/docker/</link>
    <description>Recent content in Docker on sunu.dev</description>
    <generator>Hugo</generator>
    <language>id</language>
    <copyright>Karya oleh Sunu diterbitkan menggunakan lisensi CC BY-SA 4.0 </copyright>
    <lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2023 08:48:01 +0700</lastBuildDate>
    <atom:link href="https://sunu.dev/topik/docker/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml" />
    <item>
      <title>Mengembangkan Modul Odoo menggunakan Docker</title>
      <link>https://sunu.dev/mengembangkan-modul-odoo-menggunakan-docker/</link>
      <pubDate>Thu, 02 Feb 2023 08:48:01 +0700</pubDate>
      <guid>https://sunu.dev/mengembangkan-modul-odoo-menggunakan-docker/</guid>
      <description>&lt;p&gt;Halo teman-teman pengembang Odoo!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam pengembangan modul, kita sering menemukan kendala seperti kesulitan
memasang dan mengkonfigurasi lingkungan pengembangan. Tapi tenang, ada solusi
yang bisa membantu kita mengatasi masalah tersebut: &lt;strong&gt;Docker&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada artikel ini, saya ingin membahas tentang cara menggunakan Docker dalam
pengembangan modul Odoo. Pasti kalian sudah tahu kan apa itu Odoo? Odoo adalah
sebuah platform ERP (&lt;em&gt;Enterprise Resource Planning&lt;/em&gt;) yang cukup populer digunakan
oleh banyak perusahaan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Docker itu sendiri adalah platform untuk membangun, mengelola, dan menjalankan
aplikasi dalam container. Container adalah lingkungan terisolasi yang memungkinkan
kita menjalankan aplikasi dalam lingkungan yang konsisten di mana saja, tidak
peduli sistem operasi yang digunakan. Hal tersebut berarti kita bisa memasang
dan mengkonfigurasi lingkungan pengembangan Odoo dengan mudah dan cepat.&lt;/p&gt;</description>
    </item>
  </channel>
</rss>
